Mansur

SITUS PENDIDIK : Ust.MANSUR,A.Ma,S.Pd.I,M.Pd.I,Gr.

Sabtu, 19 November 2016

MAKALAH MASALAH DAN RUMUSAN MASALAH PENELITIAN



A.    PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Kita sering menghadapi masalah atau persoalan dalam kehidupan sehari-hari, maupun  masalah yang menuntut pemecahan secara sistematik. Masalah yang kita hadapi kadang kala hanya menuntut pemecahan secara sederhana  saja dan bersifat segera  serta tidak perlu ada data pendukungnya, karena hasil pemecahan itu  hanya berguna untuk menyelesaikan masalah-masalah  yang bersifat awam.  Pemecahan masalah hanya melalui  jalan musyawarah antara pihak-pihak terkait.  Di samping masalah-masalah awam,  ada masalah-masalah yang bersifat kompleks  atau rumit yang pemecahannya,  menuntut dan memerlukan pengumpulan data  pendukung yang memadai dan valid yang dipakai  untuk membuat keputusan dan menarik kesimpulan.
Kita seringkali menghadapi masalah,  tapi tanpa menyadari adanya masalah tersebut.  Masalah kadangkala hanya terlintas  dalam pikiran kita, tetapi hal ini tidaklah cukup  memberikan kontribusi  terhadap penelitian. Pikiran dan pemahaman kita terkait dengan rumusan masalah  penelitian sangat menentukan akan pentingnya nilai penelitian. Bahkan kita perlu mencurahkan waktu lebih banyak  untuk menentukan masalah penelitian tersebut.
Gall, Gall & Borg, 2003 dalam Punaji Setyosari (2010 : 52),“ proses menemukan suatu masalah dalam penelitian merupakan suatu langkah yang sangat penting dalam pengembangan profesi”.[1]
           
Bertolak pada pendapat di atas, kami berkesimpulan bahwa Masalah dan Rumusan Masalah Penelitian merupakan hal yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari suatu penelitian, karena dengan adanya masalah maka diupayakan pemecahannya dengan berbagai metode ilmiah untuk menjawab atau menyelesaikan masalah tersebut, sehingga kita kenal dengan adanya Metodologi Penelitian.

2.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, bahwa masalah dan rumusan masalah dalam suatu penelitian sangat penting, maka penulis dapat merumuskan beberapa hal sebagai    berikut :
a.   Apakah  masalah dan rumusan masalah  itu ?
b.   Kriteria apa yang perlu diperhatikan untuk mengidentifikasi masalah
dalam penelitian ?

3.   Tujuan Pembahasan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk :
a.   Untuk mengetahui  definisi masalah dan rumusan masalah
b.Untuk mengetahui karakteristik suatu masalah untuk mengidentifikasi masalah dalam penelitian ilmiah.


B.   PEMBAHASAN

1.   Pengertian Masalah dan Perumusan Masalah
Setiap individu atau kelompok (organisasi) tidak terlepas dari sesuatu masalah dalam kehidupan ini; dan setiap orang atau kelompok akan mencari jalan keluar atau solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya, baik yang dilakukan sesuai dengan pengalaman maupun penyelesaiannya melalui kajian-kajian ilmiah atau penelitian ilmiah.
Dari pernyataan di atas, timbullah pertanyaan apakah sebenarnya masalah itu ?
Menurut  SetyosariPunaji H. (2010 : 53), “masalah adalah keadaan atau kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Masalah sebagai gap antara kebutuhan yang dinginkan dan kebutuhan yang ada”.[2]
Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa :“masalah adalah sesuatu hal yang harus dipecahkan”. [3]
Menurut (John Dewey, 1993; dan Kerlinger, 1986) dalam Sukardi, bahwa :
-          Permasalahan diartikan sebagai sesuatu yang menghalangi tercapainya tujuan.
-          Permasalahan adalah sesuatu yang dijadikan target yang telah ditetapkan oleh peneliti, tetapi karena sesuatu hal target tidak dapat tercapai.
-          Permasalahan adalah jarak antara sesuatu yang diharapkan dengan sesuatu kenyataan yang ada.[4]
    Menurut  Suharputra  Uhar:
masalah secara sederhana sering diartikan sebagai kesenjangan antara apa yang ada (Das sein) dengan apa yang seharusnya (Das sollen). Masalah sebagai situasi atau keadaan yang saat kita mengalami tidak memiliki cukup informasi untuk menjawab suatu pertanyaan  atau saat kita mengalami bahwa pengetahuan yang kita miliki kacau balau sehingga tidak mampu menjawab persoalan yang sedang kita hadapi.[5]
Dari beberapa definisi di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa masalah adalah sesuatu yang menghalangi tercapainya tujuan yang harus diupayakan untuk menyelesaikannya melalui suatu proses yang dilakukan secara sistematis.
Sebelum melakukan penelitian, peneliti harus memilih dan memilah problematika atau masalah yang ditemuinya, apakah masalah tersebut benar-benar permasalahan yang layak diteliti dan memenuhi kriteria penelitian ilmiah atau tidak.Misalnya memenuhi ciri-ciri dapat diukur dengan instrument penelitian, sering ditemui di lapangan dan mempunyai manfaat yang berguna bagi masyarakat dan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Sudarman Danim, dalam Uhar Suharsaputra (2012 : 190), bahwa :
Titik tekan perumusan masalah adalah pada apa masalah penelitian itu, sedangkan pertanyaan penelitian lebih teknis sifatnya, yaitu mengacu pada tujuan, asumsi, hipotesis, dan bahkan instrument secara sangat spesifik, meskipun dalam praktiknya terkadang tidak dibedakan, karena keduanya mengacu pada tujuan penelitian yang sama. [6]
Menurut Sukardi, sebelum permasalahan dapat dirumuskan dengan baik, permasalahan penelitian dapat dinilai dengan beberapa pertanyaan atau  pernyataan seperti berikut :
a.  Problem penelitian sebaiknya dapat memberikan kontribusi terhadap  teoriyang ada dan bidang ilmu peneliti yaqng berkepentingan.
b. Setelah dilakukan studi terhadap permasalahan penelitian yang ada, problematikan hendaknya memberikan motivasi timbulnya permasalahan baru untuk dilakukan studi dalam kegiatan penelitian berikutnya.
               c.   Permasalahan peneliti dapat dirumuskan dalam statemen pertanyaan .
d.   Dalam bentuk kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada.[7]
Menurut KasiramMoh. (2008 : 221), “satu topik atau judul dapat berisi beberapa masalah yang semuanya harus dirumuskan secara operasional. Sebelum masalah dapat dirumuskan, maka masalah harus diidentifikasi lebih dahulu”.[8]
Fraenkel dan Wallen (1990) dalam H. Moh. Kasiram, mengemukakan sebagai
berikut :
a.   Masalah harus fleksibel, artinya rumusan masalah tersebut harus dapat dijawab melalui sumber yang jelas, tidak banyak menghabiskan dana, tenaga, dan waktu.
b.   Rumusan masalah harus jelas, artinya semua orang memberikan persepsi yang sama terhadap masalah tersebut.
c.  Rumusan masalah harus signifikan, artinya jawaban masalah yang diberikan harus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah kehidupan ini.
d.  Rumusan masalah harus etis, artinya masalah tersebut tidak berkenaan dengan hal-hal yang bersifat etika, moral, nilai-nilai keyakinan dan agama.[9]
Dari beberapa pendapat di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa suatu  problematika atau masalah penelitian harus dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataansecara operasional dengan jelas, fleksibel, signifikan serta tidak berkaitan dengan hal-hal yang bersifat etika, moral, nilai-nilai keyakinan.

2.   Kriteria Dalam Mengidentifikasi Masalah Penelitian
Sebagaimana telah diutarakan dalam bagian pendahuluan bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan melalui suatu penelitian ilmiah.Masalah yang diteliti dan diselesaikan atau mendapatkan jawaban setelah melalui suatu kajian dan penelitian ilmiah adalah masalah-masalah yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu.
Setiap orang yang akan melakukan penelitian ilmiah, terlebih dahulu harus mengidentifikasi masalah yang akan diteliti. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah merupakan hal yang sangat penting, karena rumusan masalah harus disesuaikan dengan jenis penelitian yang akan dilakukan. Misalnya penelitian kuantitatif, kualitatif, studi pustaka, eksperimen, historis dan lainsebagainya.
Menurut Kasiram Moh. Masalah dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu :
masalah deskriptif, korelatif, analitik atau kausal, fungsional, komparatif, dan asosiatif”. [10]
-             Masalah deskriptif yaitu, bila kejadian itu belum jelas, belum bisa digambarkan atau dilukiskan  dengan gambling fenomenanya seperti apa adanya.
-             Masalah korelatif yaitu bila munculnya fenomena itu berkaitan dengan ada tidaknya hubungan  antara dua factor (variabel) atau lebih.
-             Masalah analitik atau kausal yaitu bila adanya fenomena itu adalah hasil dari proses sebab akibat.
-             Masalah fungsional , terjadi bila kita dihadapkan pada pilihan mana yang lebih baik dari dua alternatif.
-             Masalah asosiatif ialah suatu permasalahan yang berhubungan antara dua variabel atau lebih. Ada tiga macam hubungan yaitu hubungan simetris, hubungan kausal dan hubungan interaktif. Hubungan simetris yaitu suatu hubungan dua variable atau lebih yang bersifat kebersamaan. Hubungan kausal yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat, jadi ada variable dependen dan independen. Sedangkan hubungan interaktif, yaitu hubungan yang saling mempengaruhi antara satu variabel dan variabel lainnya.
Ada beberapa jenis penelitian dengan masing-masing karakteristik permasalahannya, akan tetapi secara garis besar ada beberapa karakteristik yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi suatu rumusan masalah penelitian ilmiah, yaitu sebagai berikut :
Sukardi mengemukakan bahwa“ciri-ciri permasalahan yang baik serta layak untuk diteliti di antaranya  yaitu dapat diteliti, mempunyai manfaat teoritis maupun manfaat praktis, dapat diukur, sesuai dengan kemampuan dan keinginan peneliti”.[11]
        Menurut Tuckman (1999) dalam Setyosari Punaji, bahwa suatu masalah yang dipilih harus memiliki ciri-ciri khusus (karakteristik) sebagai berikut :
Masalah menanyakan dua atau lebih variable, dinyatakan atau dirumuskan secara jelas dan tidak ambigius, dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan (atau, kalau tidak, dalam bentuk suatu pernyataan secara implisit seperti : tujuan penelitian ini adalah ingin menentukan apakah …), dapat diuji melalui metode empiris; artinya adanya kemungkinan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan, dan masalah tidak menyangkut moral dan etika. [12]
Berdasarkan pendapat tersebut di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa kriteria yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah untuk merumuskan suatu masalah penelitian ilmiah, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.    Masalah menanyakan dua atau lebih variabel.
b.    Masalah dinyatakan atau dirumuskan secara jelas dan tidak ambigius
c.    Masalah dapat didukung dengan data empiris.
d.    Masalah tidak menyangkut moral dan etika
e.    Sesuai dengan keinginan dan kemampuan peneliti.
f.    Dapat bermanfaat  bagi peneliti dan masyarakat.
       Seorang peneliti dalam merumuskan masalah harus menetapkan dua variabel atau lebih yang akan dijadikan obyek formal penelitian, sehingga arah dan sasaran penelitian akan menjadi jelas, dan hal ini sangat penting untuk menentukan instrument penelitian yang akan dipergunakan dalam melakukan pendekatan untuk memperoleh data maupun untuk pengukuran.
Suatu permasalahan dikatakan dapat diteliti apabila masalah tersebut dapat diungkap kejelasannya melalui tindakan koleksi data dan tidak ambigius, kemudian dianalisis. Untuk memperoleh jawaban atas suatu permasalahan tersebut dilakukan dengan mencari informasi dengan beberapa cara misalnya bertanya pada responden dengan melakukan wawancara, melakukan observasi langsung atau menggunakan angket dan menyebarkannya kepada responden terkait. Data berkaitan dengan masalah penelitian yang diperoleh tersebut  harus bisa dipecahkan melalui kerangka berpikir ilmiah serta menjangkau banyak hal dalam proses penyelesaiannya.
         Masalah dapat didukung  dengan data empiris dan dapat diukur, artinya  fenomena masalah tersebut  dapat diukur secara kuantitatif maupun secara empiris. Ukuran empiris atau ukuran yang didasarkan pada fakta yang dapat dirasakan oleh orang yang terlibat mempunyai peranan penting.Karena dukungan data empiris memberikan hubungan yang erat antara fakta dan konstruk suatu fenomena.
Masalah tidak menyangkut moral dan etika, artinya masalah yang akan diteliti tersebut tidak berkaitan dengan moral atau etika individu atau kelompok yang merupakan responden perolehan data dalam variabel tersebut.
        Sesuai dengan kemampuan dan keinginan peneliti, artinya peneliti perlu menyesuaikan  kemampuan dan keinginannya, peneliti harus mempunyai kepercayaan bahwa apa yang hendak dilakukan di lapangan  akan berhasil, karena data yang ada di lapangan dan kemampuan peneliti untuk mengumpulkan kemudian menganalisisnya sampai hasil penelitian dapat diperoleh.
Mempunyai manfaat teoritis maupun manfaat praktis, artinya masalah tersebut mempunyai kontribusi signifikan, mempunyai manfaat bagi peneliti maupun bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.Manfaat teoritis yang berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, dan manfaat praktis yang langsung dapat digunakan atau dirasakan oleh masyarakat.

PENUTUP

KESIMPULAN
Kegiatan penelitian merupakan aktifitas manusia  untuk memenuhi rasa ingin tahu terhadap sesuatu. Rasa ingin tahu seseorang terhadap sesuatu, karena hal tersebut dirasakan sebagai masalah atau hal yang menantang seseorang untuk mengetahui hal yang sebenarnya  dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Kumpulan sesuatu yang diketahui itulah yang disebut dengan pengetahuan.
Dalam kegiatan penelitian, seorang peneliti terlebih dahulu harus mengetahui masalah yang merupakan sasaran penelitian. Setelah mengetahui suatu masalah, maka peneliti harus mengidentifikasi masalah tersebut apakah memenuhi kriteria penelitian ilmiah atau tidak, bila ciri-ciri masalah itu memenuhi kriteria masalah yang memerlukan jawaban atau penyelesaiannya melalui suatu penelitian ilmiah, maka peneliti harus merumuskan masalah tersebut secara operasional agar dapat menentukan metode dan langkah-langkah ilmiah pemecahannya.
Apabila cara yang digunakan untuk mencari pengetahuan itu menggunakan metode ilmiah, maka hasil penelitian itu disebut pengetahuan ilmiah.
Demikianlah pemaparan makalah ini,  bila terdapat kekurangan dan kelemahan baik yang berkaitan dengan sistematika penulisan maupun isinya, kami sangat mengharapkan pemikiran dan pendapat pembaca untuk penyempurnaan makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA

Setyosari  Punaji  H, 2010 Metode Penelitian  Pendidikan Dan Pengembangan, Jakarta, Kencana Prenada Media Group, cet. I

Tim Pustaka Phoenix, 2012, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta,  PT. Media Pustaka Phonix

Sukardi, 2013,  Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta, Bumi Aksara,  Cet. Ke 12

Suharsaputra Uhar, 2012, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Tindakan, Bandung, PT. Refika Aditama,  Cet. I

Kasiram Moh. H, 2008, Metodologi Penelitian Kualitatif-Kuantitatif, Malang, UIN Malang Press, Cet. I



Tidak ada komentar:

Posting Komentar