Mansur

SITUS PENDIDIK : Ust.MANSUR,A.Ma,S.Pd.I,M.Pd.I,Gr.

Sabtu, 24 Oktober 2026

KASMARAN (Kardus Sebagai Media Pembelajaran)


          A.   Latar Belakang

Pembelajaran di sekolah perlu dirancang agar peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam mengamati, mencoba, berdiskusi, dan menghasilkan karya. Namun, kegiatan belajar terkadang masih didominasi penjelasan satu arah dan penggunaan media yang terbatas. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian peserta didik kurang terlibat, cepat bosan, atau kesulitan memahami konsep yang abstrak. Di sisi lain, kardus bekas mudah ditemukan di lingkungan rumah maupun sekolah. Bahan ini relatif murah, ringan, mudah dipotong dan dibentuk, serta dapat dimanfaatkan kembali. Dengan perencanaan yang tepat, kardus dapat diubah menjadi media pembelajaran seperti kotak misteri, roda putar, papan konsep, kartu pertanyaan, model bangun ruang, diorama, atau alat peraga tematik. Pemanfaatan kardus juga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung. Mereka dapat merancang bentuk, mengukur, menyusun, menulis informasi, menguji fungsi media, lalu menjelaskan hasilnya kepada teman. Proses ini mendukung pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan (BBM), sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui praktik baik “Kardus sebagai Media Pembelajaran”, bahan sederhana yang sering dianggap tidak terpakai diarahkan menjadi sarana belajar yang fungsional. Keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari keindahan produk, tetapi dari kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran, keterlibatan peserta didik, kualitas diskusi, dan pemahaman konsep yang ditunjukkan

          B.   Langkah pembuatan

1.    Tentukan tujuan pembelajaran dan pilih bentuk media yang sesuai. Kali ini yang dipraktikkan Pelajaran PAI dengan materi yang di ambil ialah hukum nun mati dan tanwin,

2.    Buat sketsa desain dan ukur bagian-bagian kardus yang akan dipergunakan sebagai media pembelajaran, lalu potong-potong menggunakan gunting atau kater,

3.    Karena hukum nun mati dan tanwin ada 4 maka dibuat polanya lebih besar 4 buah sementara nanti saat proses siswa akan disuruh menempel hurup dari bagian tersebut, sehingga dibuat juga pola lebih kecil sebanyak hurup hijaiyah

4.    Setelah terpotong-potong, 4 bagian dengan pola lebih besar tersebut masing-masing ditulis menggunakan spidol permanent dengan tulisan Izhar, Idgam, Iklab dan Ikhfa.

5.    Sementara potongan-potongan dengan pola yang lebih kecil di tuliskan juga menggunakan spidol permanen yakni semua hurup hijaiyah satu-satu di setiap potongan.

6.    Uji media untuk memastikan mudah digunakan, aman, dan sesuai dengan tujuan belajar.

            C.   Cara Menggunakan Media Pembelajaran dari Kardus

1     Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, materi inti, serta aturan penggunaan media.

2     Pelajaran yang dipraktikkan kali ini ialah mata Pelajaran PAI dengan materi hukum nun mati dan tanwin, titik tekannya disini ialah pada huruf yang di dapat oleh masing-masing bagian  baik itu izhar, idgam, iklab dan ikhfa.

3     Guru menempel kardus dengan pola yang lebih besar di papan (di depan) sebanyak 4 potongan yang bertuliskan izhar, idgam, iklab dan ikhfa .

4     Guru membagikan kardus dengan pola yang lebih kecil (seperti kartu) yang bertuliskan hurup hijaiyah di masing-masing potongan tersebut kepada semua siswa.

5     Guru meminta siswa bergatian maju untuk menempelkan potongan kardus yang polanya lebih kecil (seperti kartu) tersebut di kardus yang polanya lebih besar.

6     Siswa harus menempelkan sesuai dengan hurup yang di dapat oleh kardus yang polanya lebih besar (dalam ilmu tajwid izhar dapat 6 huruf maka 6 orang yang dapat bagian menempel kardusnya disna, idgam dapat 6 hurup juga 6 orang, iklab 1 huruf berarti seorang dan ikhfa dapat 15 huruf artinya 15 orang yang menempel hurup yang didapat)

7     Guru memberikan umpan balik, meluruskan miskonsepsi, dan mengaitkan kegiatan dengan konsep utama.

8     Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang hal yang dipahami, kesulitan, dan perbaikan media.


Contoh Implementasi pada Berbagai Mata Pelajaran:

Matematika: model bangun ruang, pecahan, roda operasi hitung, dan papan koordinat.

IPA: model sistem organ, rantai makanan, tata surya, atau siklus air.

Bahasa Indonesia: kotak kosakata, papan alur cerita, dan kartu unsur teks.

IPS: diorama lingkungan, peta timbul sederhana, dan garis waktu peristiwa.

Bahasa Inggris: papan kosakata, roda kata, dan permainan mencocokkan istilah dengan gambar