SOSIALISASI LIGA SINOVA OLEH TIM BAPPERIDA KABUPATEN LOMBOK TENGAH DI SMPN 2 KOPANG
LOMBOK TENGAH — Dalam upaya mendongkrak ekosistem inovasi di sektor pendidikan dan pelayanan publik secara linear, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lombok Tengah gencar melaksanakan roadshow ke berbagai lembaga pendidikan. Salah satu agenda krusial yang baru saja dilaksanakan adalah sosialisasi program bertajuk "Liga Sinova" (Liga Inovasi Daerah) yang bertempat di ruang guru SMPN 2 Kopang, Lombok Tengah.
Acara sosialisasi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, serta salah satu guru yang sudah mengikuti liga sinova sebelumnya yakni Pak Mansur, S.Pd.I,M.Pd (inovator sekaligus guru di sekolah tersebut). Kehadiran Tim Bapperida Lombok Tengah ke lembaga pendidikan ini bertujuan untuk memetakan, memotivasi, sekaligus menjaring ide-ide kreatif dari kalangan pendidik guna melahirkan terobosan baru dalam metode pembelajaran maupun tata kelola administrasi sekolah.
Mendorong Budaya Berpikir Kreatif Sejak Dini
Dalam sesi pemaparan utama, perwakilan Tim Bapperida Kabupaten Lombok Tengah yang bertindak sebagai narasumber (Pak Samsul) menjelaskan secara komprehensif mengenai urgensi inovasi di era transformasi digital saat ini. Mengingat pentingnya keterpaduan data dan efektivitas program kerja, pihak Bapperida menegaskan bahwa Liga Sinova bukan sekadar ajang kompetisi tahunan biasa. Program ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk merangsang lahirnya inovasi yang bersifat aplikatif, replikatif, dan memberikan dampak langsung terhadap mutu pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dasar.
"Inovasi tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi yang rumit atau aplikasi digital yang mahal. Sesuatu yang sederhana, namun mampu memecahkan masalah nyata di ruang kelas, menekan angka putus sekolah, atau mempermudah sistem administrasi siswa, itu sudah merupakan bentuk inovasi nyata yang kami cari dalam Liga Sinova ini," ujar narasumber dari Bapperida saat memberikan arahan substantif di depan para peserta.
Pihak Bapperida juga menggarisbawahi bahwa sektor pendidikan memiliki potensi terbesar dalam menyumbang indeks inovasi daerah. Melalui interaksi harian antara guru dan siswa, banyak tantangan spesifik yang membutuhkan penyelesaian kreatif. Oleh karena itu, melalui skema kompetisi di dalam Liga Sinova, setiap sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah dituntut untuk minimal melahirkan satu inovasi unggulan (One School, One Innovation).
Antusiasme dan Komitmen Penuh SMPN 2 Kopang
Kepala SMPN 2 Kopang menyambut baik dan mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan oleh Tim Bapperida Lombok Tengah. Menurutnya, sosialisasi langsung seperti ini memberikan kejelasan informasi mengenai indikator penilaian, tata cara penginputan proposal inovasi, serta regulasi hukum yang memayungi hak kekayaan intelektual atas inovasi yang diciptakan oleh para guru.
Tim Bapperida Lombok Tengah memaparkan secara mendetail bahwa setiap inovasi yang didaftarkan ke dalam sistem Liga Sinova akan dinilai berdasarkan beberapa parameter utama yang objektif. Parameter tersebut merujuk pada standar penilaian Indeks Inovasi Daerah yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Beberapa indikator krusial tersebut di antaranya adalah:
Aspek Kebaruan (Novelty): Menilai apakah ide yang ditawarkan memiliki unsur keunikan atau modifikasi signifikan dari sistem yang sudah ada sebelumnya.
Kemanfaatan: Seberapa besar dampak positif dari inovasi tersebut dalam menyelesaikan masalah atau meningkatkan efisiensi kerja di lingkungan sekolah.
Keberlanjutan (Sustainability): Adanya regulasi internal berupa Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah serta pengalokasian anggaran yang jelas demi memastikan inovasi tetap berjalan jangka panjang dan tidak berhenti setelah kompetisi selesai.
Kemudahan Replikasi: Struktur inovasi harus dirancang secara sistematis agar dapat dengan mudah dicontoh dan diterapkan oleh sekolah-sekolah lain yang menghadapi permasalahan serupa di wilayah Lombok Tengah.
Melalui sosialisasi intensif ini, Bapperida berharap kualitas inovasi yang disetorkan oleh instansi pendidikan pada tahun ini mengalami peningkatan mutu yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi dokumen pendukung (evidence) maupun implementasi riil di lapangan.
Di akhir acara, seluruh jajaran yang hadir sepakat bahwa kesuksesan Liga Sinova memerlukan sinergi kolektif yang kuat antar-lini. Suksesnya program sosialisasi di SMPN 2 Kopang ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi bapak ibu guru SMPN 2 Kopang dan tentunya sekolah-sekolah lain di wilayah Kecamatan Kopang dan Kabupaten Lombok Tengah pada umumnya untuk saling berpacu dalam melahirkan karya-karya terbaik.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Bapperida berkomitmen akan terus memberikan pendampingan teknis secara berkala (coaching clinic) bagi sekolah yang mengalami kendala dalam merumuskan draf inovasinya. Langkah taktis ini diambil demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, adaptif, kreatif, serta mampu menyejajarkan Lombok Tengah dengan kabupaten/kota kreatif lainnya di tingkat nasional.
Dengan berakhirnya sosialisasi ini diharapkan gelora pembaruan ini diharapkan mampu membawa dampak nyata yang tidak hanya mengharumkan nama sekolah di ajang kompetisi, tetapi yang paling utama adalah meningkatkan mutu dan kualitas output pendidikan bagi generasi muda di bumi Tatas Tuhu Trasna.
Oleh: Mansur, S.Pd.I,M.Pd.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar